A. Batas Administrasi Desa dan Luas Wilaya
Desa Banain merupakan salah satu Desa yang letaknya ± 7 KM dibagian Utara ibukota Kecamatan Bikomi Utara,dengan Luas Wilayah 15 Km², dengan batas-batas Administrasi sebagai berikut :
| Sebelah Utara | : Desa Banain C |
| Sebelah Selatan | : Desa Sainoni & Desa Faennake |
| Sebelah Timur | : Desa Bitefa |
| Sebelah Barat | : Desa Banain B |
B. Topografis
Topografis Desa Banain didominasi oleh Medan datar/Dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 0-1000 meter diatas permukaan laut yang mencakup 80 persen luas wilayah,dan sebagian Kecil adalah perbukitan dengan ketinggian berkisar 500-1000 meter diatas permukaan laut dan mencakup 80 persen luas wilayah. Jenis Tanah pada wilayah Desa Banain terdiri dari tanah lempung berpasir pada wilayah Dusun I,II dan Wilayah Dusun III .
C. GEOLOGI
Wilayah Desa Banain termasuk dalam kawasan Hutan terletak di Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara.
D. IKLIM
Keadaan iklim di Desa Banain pada umumnya sama dengan wilayah Desa –desa Lain diKabupaten Timor Tengah Utara yang dikenal dengan 2 ( dua) musim,Yaitu Musim kemarau dan Musim Hujan. Pada bulan Juni sampai dengan September Arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung Uap air Sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember samapai dengan Maret arus angin banyak mengandung Uap air yang berasal dari Asia dan Samudera pasifik sehingga terjadi musim Hujan.
Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan Maret – Mei dan Oktober-Nopember walaupun demikian,mengingat dekat dengan Benua Australia,arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik sampai di Wilayah Desa-desa di pulau Timor kandungan uap airnya sudah berkurang,
Hal inilah yang menyebabkan desa ini sebagai salah satu wilayah yang tergolong kering, dimana hanya ada 3 (tiga) bulan Musim Hujan yaitu
Bulan Januari-Pebruari dan Desember yang keadaannya Relatif Basah dan 9 (Sembilan) bulan sisanya relatif kering.
Suhu Udara rata-rata sekitar pada maksimum 30 sampai dengan 38 derajat celcius dan suhu minimum berkisar 26 hingga 29 derajat celcius,dengan curah hujan rata-rata 1.100 mm/tahun.Salah satu unsur penting pembentuk iklim diatas adalah curah hujan sangat bervariasi. Keadaan curah hujan di Wilayah ini pada umumnya sulit diramalkan,datangnya hujan dan mulainya bulan kering kadang-kadang terlalu cepat dan kadang-kadang terlalu lambat.
II. SEJARAH DESA
Secara historis telaahan terhadap desa Banain dalam eksistensinya dapat dilihat dari sisi budaya dan atropologi. Pendudu Desa Banain dalam susunan masyarakat terbagi atas beberapa marga yakni: Kolo, Kefi, Metan, Lake, Suni, Siki, Sila, Abi, Kaet, dan sebagainya. Semuanya tergolong suku antoni/ Dawan yang memiliki bahasa dan budaya yang sama. Kendati demikian banyak marga tetapi hidup rukun dan damai dalam ikatan tradisi yang kuat. Mata pencarian utama adalah pertanian lahan kering yang masih dikerjakan secara ekstensifikasi tradisional. Wilayah desa Banain terletak diperbatasan distrik ambenu. Karena diperbatasan distrik ambenu, maka kekhasan penduduknya menganut agama katholik.
Konon katanya penduduk desa Banain semuanya pendatang dari berbagai daerah di pulau timor dan rote pada ratusan tahun yang lalu, sehingga sampai dengan saat ini turunannya mencapai delapan tahap. Pendatang pertama di wolayah ini adalah Tua Metan yang belum jelas asal usulnya tetapi diperkirakan dari pedalaman bagian Timor bagian selatan. Mereka tidak bertahan di daratan ini karna banyak musuh berkeliaran dan kekuatan mereka belum seberapa, maka penyengkit keatas bukit Ad’oen bagian timor berbatas dengan desa bitefa dan tinggal menetap disana. Pendatang berikutnya adalah tua kefi dari Rote dan Belu Selatan juga tidak bertahan karna hal yang sama maka menyingkir ke Kuasaen wilayah ambenu. Disusul oleh tua Kolo dari subu wilayah Insana Barat. Merekalah orang pertama yang bertahan dan tinggal di wilayah ini, tua metan tua kefi bergabung dengan mereka untuk membangun kekuatan bersama dengan benteng pertahanannya adalah batu bitobe (Bola Banain) yang kemudian digunakan hingga saat ini sampai pesta adat tahunan (Fua Ton).
Selanjudnya berturut-turut disusul oleh tua abi dari amben, tua suni dari haumeni, usi lake dari haumeni, tua siki dari mutis, tua sila dari lel uf dari distrik ambenu yang kemudian diterima oleh usi oetpah haumeni di oe hak kampung Tes dan dinikahkan dengan putri tua kolo Sese di Banain. Dan diikuti oleh tua kaet dari ambenu dan seterusnya suku kecil lainnya.
Semua memiliki batu/ gunung dan air pemali ( Faut kanaf-oekanaf) yang berbeda, rumah adat yang berbeda. Sementara Cap (Malak) adalah KOL SA dan tradisi lainnya akan semuanya mengakui 3 (tiga) rumah adat besar yaitu rumah adat tua kolo, tua kefi, tua metan.
Dalam kehidupan kesehariannya tutur adat sering menyebut banain a adalah ( in usan – in tnana) karena adalah penyedia bibit pangan untuk dibagikan kepada kampung-kampung sekitarnya di bumi bikomi (pah bikomi). Banain juga terdapat kebun raja (Hal neno), air raja ( nefo naek), loteng raja (teutneno) dan tempat keluarnya padi dan jagung (Eut le’u) yang sering wilayah desa banain C.
Dari aspek pemerintahan, lahirnya cita-cita banain sebagai satu desa telah dimulai sejak zaman ketemukungan. Tetapi hanya menjabat sebagai wakil temukung (temuku ana). Kepada temukung besar di haumeni. Pemegang temukung saat itu adalah tenau besi pada tahun 60-an dan memasuki era pemerintahan modern desa banain memisahkan diri sebagai satu wilayah desa sejal era desa gaya baru. Asal pemerintah desa terpusat di napan, dan tahun 1968 Banain dianggap memenuhi syarat menjadi desa dengan pertimbangan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, maka dimekarkan dan di bentuk desa banain yang dipimpin oleh bapak EDMUNDUS MEKO (alm.) sebagai figure terpercayaan saat itu arena pengalamannya sebagai staf pada kantor desa napan saat itu.
Periode demi periode terus berlalu dan figure kepemimpinan kelapa desa pun silih berganti, yang secara berturut-turut sebagai berikut: bapak EDMUNDUS MEKO (1968-1972), bapak Yohanes Kolo ( 1972-1977), bapak Edmundus Meko (1977-1986), bapak Elias Fuka ( 1986-1994), bapak Yohanes Kolo (1994-2002), bapak Simon Kolo (2002-2007), Pj. Kepala Desa (Theodorus Doro Lian, S.Sos) Tahun 2007-2008, bapak Arnoldus Yos Klau, S. IP untuk periode 2008- 2015, Pj. Kepala Desa (Theodorus Doro Lian, S.Sos) Tahun 2015, bapak Simon Kolo ( 2015-2020), bapak Eliasar Malelak, S.P (2020-2021).pj.Kepala Desa (Theodorus Doro LianS.sos)Tahun 2022,bapak Bartolomeus Sila Periode 2023-2029, Semua figure sebagaimana disebutkan tersebut solid dan cukup memancarkan makna, asasi dan cita-cita satu Banain, satu wilayah dan satu budaya sebagai satu kesatuan yang utuh.
Masih dalam konteks itu, bergaungnya pengertian satu Banain, satu wilayah, satu budaya sesungguhnya telah dapat mengatasi pengertian-pengertian kesukuan dan diskriminasi yang terikat pada marga kolo, kefi, metan, lake, suni, siki, sila, abi, kaet dan sebagainya yang merupakan bagian integral dan komponen pembentuk kesatuan desa banain dalam eksistensinya hingga saat ini. Semboyan satu Banain, satu wilayah, dan satu budaya sebenarnya telah bersifat dalam falsafah nama Banain yang mencakup suatu pengertian politik yang lebih luas dari pada sekedar kumpulan marga, karena cita-cita tersebut dalam arti komprehensif telah menjadi motivasi mengilhami demokrasi dan kekeluargaan yang telah disemaikan sejak awal. Dengan demikian menjadi satu kekuatan besar untuk melawan momok kehidupan yang dihadapi dalam upaya pembaharuan di desa Banain.
Dan akhirnya harus diakui dan memang merupakan kenyataan yang tidak dapat dibantah bahwa lahirnya cita-cita sebagai satu desa telah mampu mengatasi perbedaan marga, budaya, starta sosial dan isme-isme lain yang bercokol dan merasang kebutuhan masyarakat Banain. Dengan demikian benarlah bahwa cita-cita tersebut merupakan langkah awal dari perjalanan mengukir sejarah pembangunan untuk mewujudkan eksistensi Banain ke depan secara lebih baik dan berlanjutan
KONDISI DEMOGRAFIS
Penduduk Desa Banain pada bulan maret Tahun 2025 sebanyak 709 jiwa terdiri dari Laki –laki 352 jiwa dan perempuan 357 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 203 KK. Jumlah penduduk terbanyak berada di Dusun I dengan Jumlah Jiwa sebanyak 299 Jiwa dengan Jumlah Kepala keluarga sebanyak 79 KK dan Jumlah penduduk yang terkecil atau terendah di Wilayah Dusun III dengan Jumlah penduduk 192 Jiwa dengan Jumlah Kepala keluarga sebanyak 66 KK. dimana secara Demografis tergolong Kurang Padat. Jumlah penduduk per Dusun Tahun 2024-2025 dan perkembangan Penduduk Per dusun dan desa seperti pada tabel 1.
Tabel 1
Jumlah Penduduk Per Dusun Tahun 2024- Maret 2025
| No | Dusun | Keadaan Tahun 2024 | Keadaan Tahun 2025 | ||||||
| KK | L | P | L+P | KK | L | P | L+P | ||
| 1 | I | 79 | 158 | 141 | 299 | 79 | 157 | 142 | 299 |
| 2 | II | 56 | 102 | 112 | 214 | 57 | 105 | 113 | 218 |
| 3 | III | 65 | 89 | 99 | 188 | 66 | 90 | 102 | 192 |
| Jumlah | 200 | 349 | 352 | 701 | 202 | 352 | 357 | 709 | |
Sumber : Data olahan profil Desa Tahun 2024 – Maret 2025
Mengenai keadaan tingkat Pendidikan masyarakat Desa Banain hingga akhir tahun 2025 sebagaimana tertera dalam tabel 2, dibawah ini :
Tabel 2
Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan yang ditamatkan
| No | Pendidikan yang ditamatkan | 2025 |
| 1 | Tidak/Belum Sekolah | 59 |
| Tidak Pernah Sekolah | 0 | |
| 2 | Tamat SD/Sederajat | 451 |
| 4 | SLTP/Sederajat | 62 |
| 5 | SLTA/Sederajat | 110 |
| 6 | Akademi D1-D3 | 2 |
| Sarjana | 25 | |
| Jumlah | 709 | |
Sumber : Data olahan profil Desa Tahun 2025
Keadaan Sosial Budaya
Dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, salah satu Tujuan pengaturan Desa Pembangunan Sosial Budaya yang dapat menciptakan kerukunan Hidup masyarakat sesuai dengan adat istiadat desa;menghormati Nilai Sosial budaya dan adat istiadat masyarakat Desa.
Kegiatan yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Banain berkaitan dengan sumber Daya Sosial budaya antara lain :
- Kegiatan Gotong Royong
Kegiatan ini dilakukan secara Turun temurun terutama dalam pembangunan Rumah,Pembersihan tempat-tempat Umum,pembersihan jaringan irigasi,Pembangunan rumah adat dan lainnya.
- Upacara adat
Desa Banain terdiri dari 3 Suku besar dan beberapa suku kecil lainnya yang menyebar pada 3 Dusun. Setiap Tahun masyarakat selalu merayakan Tradisi adat upacara adat berkaitan dengan pengolahan lahan pertanian, Hasil Panen, Upacara adat perkawinan,kematian dan lainnya.
Kegiatan bakti dan Jumat bersih
Adapun data Sumber Data Sosial Budaya seperti pada Tabel :
Tabel 3.
| No | Uraian Sumber daya sosial Budaya | Jumlah |
| 1 | Tarian Gong | 1 Set |
| 2 | Lembaga Agama | 1 Unit |
| 3 | Lembaga adat desa | 1 Unit |
| 4 | PKK | 1 Unit |
| 5 | Karang Taruna | 1 Unit |
| 6 | Linmas | 10 Orang |
| 7 | RT | 6 Ketua RT |
| 8 | LPMD | 1 Unit |
| 9 | Kelompok Tani | 6 Klmpk |
| 10 | Kelompok Wanita Tani | 5 Klmpk |
Sumber : Data Olahan Profil Desa Tahun 2025


